Pengobatan Kanker dan Tumor Otak dengan Transfer Factor

mengobati tumor / kanker otak dengan transfer factor… pasien tidak merasakan sakit…. kesembuhan…

Pengobatan Kanker dan Tumor Otak dengan Transfer Factor

Pernahkah anda mendengar bahwa ada pasien yang sudah melakukan operasi kanker, namun beberapa bulan kemudian kanker tersebut datang kembali? hal ini tidak terjadi di indonesia saja, di luar negeri pun seperti itu. mengapa? jawabannya karena operasi adalah cara mengobati kanker dari luar tubuh. tubuh kita pada saat itu tidak membantu untuk melawan kanker. begitu juga dengan kemoterapi dan radioterapi. bagaimana supaya efektif melawan kanker? caranya adalah dengan melawan dari dalam dan dari luar tubuh.

cara pengobatan dari luar tubuh kita sudah banyak tahu, seperti operasi, kemoterapi, dan radioterapi. bagaimana cara pengobatan dari dalam tubuh? dengan 4life transfer factor kita dapat melawan kanker dari dalam tubuh. sehingga bila di analogikan sebuah pohon kanker, daun-daun  kanker akan dihabisi oleh pengobatan dari luar dan akar-akar serta batang kanker di dalam tubuh bisa dihabisi oleh tubuh atas bantuan 4life transfer factor

-Tumor Otak-

brain-tumor-anisheve

ANISHEYA

ini adalah Anisheya. Umurnya 2 tahun. Dia baru melakukan operasi untuk mengambil tumor di otaknya, Medullablastoma. Kemudian dia menjalani chemotheraphy tetapi menyebabkan dia sangat sakit dan menderita demam. Apa yang kita lihat pada foto tersebut adalah ketika dia bermain-main dengan mainannya. Dia telah 4 hari meminum transfer factors riovida dan 1 kapsul transfer factors plus sehari. Orang tuanya telah memutuskan tidak akan membiarkan anaknya menjalani chemotheraphy kembali.

-Tumor Otak-

brain-tumor-haneishya1

HANEISYA

ini adalah haneshya. Umurnya 2 tahun dan baru saja menjalani operasi tumor otak dan chemotherapy. Dia sangat sakit akibat efek chemotherapy, termasuk efek di sekitar wajah, rambut rontok, sakit perut dan lain-lain. Ibunya melihat efek pada Aniyesha dan bersedia memakai transfer factor plus dan riovida dan menolak untuk melakukan chemotherapy kembali.

-Tumor Otak-

brain-tumor-nur-mardiah1

NUR MARDIAH

ini adalah Nur Mardiah yang menderita tumor otak pada bagian medulla oblongator dan dia waktu itu sangat sakit selama 2 minggu. Dokter saat itu menganjurkan radiotherapy, dengan syarat deposit RM 30,000. dia diminumkan Transfer Factor Plus satu kapsul per hari. 2 minggu kemudian, di bagian belakang kepalanya tidak terjadi pembengkakan kembali, dia tidak merasakan sakit. Dan dia tidak perlu melakukan operasi dan chemotherapy. Orang tuanya hanya mengeluarkan RM 260 untuk 3 bulan masa pengobatannya dengan transfer factor plus. Setelah 3 bulan tersebut telah dilakukan pemeriksaan kembali, dan hasilnya tumornya telah menghilang. Dan Sekarang 87 bulan kemudian, tumor dia tidak pernah kembali, ayahnya mengatakan bahwa masalahnya sekarang adalah dia terlalu pintar dan mengajukan banyak pertanyaan setiap waktu dan bermain tiada henti. Dia sudah tidak merasakan sakit atau kondisi tidak berdaya kembali. Terima kasih untuk transfer factor.

-Kanker Otak –

Dr. Steve Siagel DVM melaporkan seorang laki-laki bernama Frank yang memiliki tumor otak di belakang hidungnya (sebuah jenis kanker yang mematikan) setelah CAT scan tahap kedua tumornya menjadi 2 kali lipat ukuran semula. Kemudian frank memulai memakai Transfer factor plus dan melakukan CAT scan tahap ketiga. Hasilnya ukuran tumor mengecil. 4 bulan kemudian tumornya menghilang, dan setahun kemudian dia dalam kondisi remisi (pemulihan). Sekarang dia meminum 4 transfer factors sehari.

-Tumor Otak –

Bianca memberikan testimoni tentang temannya yang menderita tumor otak yang tidak bisa dioperasi. Dia telah menjalani chemotherapy jenis baru yang berfungsi menghambat perkembangan tumornya, akan tetapi tumornya masih berkembang. Kemudian dia memutuskan memakai transfer factor plus. Sejak memakai transfer factor plus 4 kali sehari. Dia hanya merasakan 1 kali pederitaan sakit. Dokter telah menghentikan chemotherapy karena sakit kankernya membaik dan ukuran tumornya mengecil. Dia sekarang sudah bisa mengajar penuh waktu. Bianca, UT

MENGAPA TIMBUL PENYAKIT?

mengapa timbul penyakit? apa penyebab penyakit? bagaimana mengatasi penyakit?caranya menjaga sistem imun kita


Mengapa Timbul Penyakit?


Pendapat William Hennen

Penyakit timbul akibat lemahnya sistem imun. Apa yang menyebabkan lemahnya sistem imun? Banyak faktor yang melemahkan sistem imun, diantaranya adalah sebagai berikut:

polusi

polusi

pestisida

pestisida

  • Stress/ Depresi
  • Pestisida
  • Makanan siap saji,
  • Perasa/Pewarna/Pengawet,
  • Polusi,
  • Spray Aerosol / Alkohol / Kimia
  • Obat / Steroid / Antibiotik
  • Radiasi / X-Ray / Mikrowave
  • Debu / Hama / Serangga
  • Virus / Bakteria / Parasit / Jamur
  • Kurang Tidur

Faktor-faktor yang menyebabkan lemahnya sistem imun tersebut membuat kondisi sistem imun rentan terhadap serangan penyakit. Ketika Anda merasakan tubuh anda tidak fit, disaat itulah sistem imun anda dalam kondisi lemah. Apabila di samping anda ada yang sedang sakit flu maka anda akan terkena sakit flu, apabila di samping anda, ada orang yang menderita flu burung maka anda akan terkena flu burung begitu juga dengan penyakit yang lainnya. Tetapi lain halnya jika anda dalam kondisi fit. Sistem imun anda akan bekerja 24 jam sehari untuk menjaga anda. Ketika disamping anda terdapat orang yang sedang flu, Anda tidak akan tekena flu dan penyakit lainnya. Oleh karena itu cara terbaik untuk menghindari penyakit adalah menjaga sistem imun kita pada kondisi optimal dengan Transfer Factor .

When your imune system work hard, you're are able to work and play hard

Ternyata Multiple Sclerosis, Psoriasis dan Rheumatoid Arthritis termasuk Penyakit Autoimune

Apakah penyakit autoimune itu?

Penyakit autoimmune adalah penyakit dimana sistem kekebalan yang terbentuk salah mengidentifikasi benda asing, dimana sel, jaringan atau organ tubuh manusia justru dianggap sebagai benda asing sehingga dirusak oleh antibodi. Jadi adanya penyakit autoimmune tidak memberikan dampak peningkatan ketahanan tubuh dalam melawan suatu penyakit, tetapi justru terjadi kerusakan tubuh akibat kekebalan yang terbentuk. (NIH, 1998; Schaechter dkk., 1993 : Salyers dan Whitt, 1994 : Pelczar dkk. 1986 : Madigan dkk. 1997).

Apakah Menular ?

Belum pernah dibuktikan bahwa penyakit autoimmune ini bersifat menular. Penyakit autoimmune tidak menyebar kepada individu lainnya sebagaimana penyakit infeksi. Penyakit ini tidak sebagaimana AIDS demikian pula tidak sebagaimana kanker. Gen individu penderita penyakit autoimmune memiliki konstribusi terhadap penularan penyakit autoimmune. Penyakit tertentu seperti Psoriasis dapat terjadi diantara beberapa anggota keluarga (NIH, 1998).

Penyakit Autoimmune (Psoriasis)

Penyakit Autoimmune (Psoriasis)

Ada beberapa penyakit autoimmune dan masing-masing dapat berdampak pada tubuh dengan berbagai model, sebagai contoh; reaksi autoimmune berlangsung menyerang otak pada kasus multiple sclerosis dan menyerang saluran pencernaan pada kasus penyakit Crohn’s. Pada kasus penyakit autoimmune lainnya, seperti lupus erythematosus (lupus), berdampak pada jaringan dan organ-organ yang bervariasi antar individu dengan penyebab penyakit yang sama. Seseorang yang menderita lupus mungkin berdampak pada kulit dan persendian sementara kasus lupus pada individu lainnya memberikan dampak kulit, ginjal dan paru-paru. Pada akhirnya kerusakan pada jaringan-jaringan yang disebabkan oleh sistem kekebalan akan permanen sebagaimana kerusakan sel pankreas yang memproduksi insulin pada diabetes mellitus tipe I.

Apakah Penyebab Utama Penyakit Autoimmune ?

Genetik : Telah ditunjukkan pada manusia bahwa gen major histocompatibility complex (MHC) dikaitkan dengan kejadian spesifik dari penyakit autoimmune. Gen MHC ada pada semua vertebrata, gen ini menandai 2 katagori pokok molekul yang membentuk bagian dari sel membran dan seluruh bagian membran (Schaechter dkk., 1993 : Henderson dkk., 1999). Secara khusus gen tersebut memiliki peranan dalam menseleksi antigen yang dapat dikenali oleh sel-T. Sebuah analisa keturunan dari anjing beardies menunjukan bahwa hypoadrenocorticism mempengaruhi sifat keturunan yang dihasilkan. Kejadian ini disebabkan adanya autosomal recessive gene yang melakukan penetrasi secara tidak lengkap.

Para peneliti berharap dapat mengidentifikasi gen atau gen-gen pada satu atau lebih loci yang memiliki hubungan dengan hypoadrenocorticism. Analisa pedigree pada populasi besar Old English Sheepdogs dan breeds lainnya yang pada populasi lebih kecil, menunjukkan bahwa hampir semua kasus autoimmune terjadi pada hewan yang memiliki darah segaris. Namun demikian data tersebut juga menjelaskan bahwa anjing-anjing yang dalam segaris keturunan tidak selalu menderita penyakit autoimmune dimana mayoritas dalam kondisi normal, sehat walaupun beberapa menderita gangguan subklinis penyakit autoimmune. Kesimpulan yang dapat ditarik dari kasus diatas bahwa ; Tampaknya anjing memiliki kecendurungan secara genetik untuk menderita penyakit autoimmune (Aronson, 1999).

Fakta lain menunjukkan bahwa gen spesifik atau kelompok gen sebagai predisposisi suatu keluarga terhadap Psoriasis. Sebagai tambahan, individu anggota suatu keluarga dengan penyakit autoimmune dapat berperan dalam membentuk abnormalitas gen yang mendorong kejadian penyakit autoimmune walaupun mungkin menurunkan penyakit autoimmune dalam jenis penyakit autoimmune lainnya. Sebagai contoh; salah satu orangtuanya menderita lupus, maka keturunannya dimungkinkan menderita dermatomyositis dan mungkin keturunan lainnya penderita Rheumatoid arthritis (NIH, 1998).

Penyakit Autoimmune (rhematoid-arthritis)

Penyakit Autoimmune (rhematoid-arthritis)

Beberapa penyakit autoimmune diketahui terjadi dan makin terjadi karena adanya faktor pemicu seperti infeksi virus. Sinar matahari tidak saja berperan sebagai pemicu kejadian lupus akan tetapi sinar matahari malahan dapat memperburuk kondisi penderita lupus. Hal ini perlu disadari sehingga faktor-faktor tersebut dapat dihindari oleh individu yang rentan dalam rangka mencegah atau meminimalisasikan jumlah kerusakan yang ditimbulkan oleh karena penyakitauto immune pada penderita. Faktor-faktor lainnya seperti : stress kronis, hormonal dan kehamilan, belum banyak diketahui dampaknya terhadap sistem kekebalan dan penyakit autoimmune (Aronson, 1999)

Bagaimana Mekanisme Kejadian Penyakit Autoimmune ?

Jika tubuh dihadapkan sesuatu yang asing maka tubuh memerlukan ketahanan berupa respon immun untuk melawan substansi tersebut dalam upaya melindungi dirinya sendiri dari kondisi yang potensial menyebabkan penyakit. Untuk melakukana hal tersebut secara efektif maka diperlukan kemampuan untuk mengenali dirinya sendiri sehingga dapat memberikan respon pada kondisi asing atau bukan dirinya sendiri. Pada penyakit autoimmune terjadi kegagalan untuk mengenali beberapa bagian dari dirinya (NIH, 1998).

Ada 80 grup Penyakit autoimmune serius pada manusia yang memberikan tanda kesakitan kronis yang menyerang pada hampir seluruh bagian tubuh manusia. Gejala-gejala yang ditimbulkan mencakup gangguan nervous, gastrointestinal, endokrin sistem, kulit dan jaringan ikat lainnya, mata, darah, dan pembuuh darah. Pada gangguan penyakit tersebut diatas, problema pokoknya adalah terjadinya gangguan sistem immune yang menyebabkan terjadinya salah arah sehingga merusak berbagai organ yang seharusnya dilindunginya.

Bagaimana Mendiagnosa Penyakit Autoimmune?

Diagnosa penyakit autoimmune didasarkan pada gejala individu yang didapatkan melalui pengamatan kondisi fisik dan hasil pemeriksaan laboratorium. Diagnose dini penyakit autoimmune sangat sulit dilakukan. Beberapa gejala dari penyakit autoimmune, seperti kecapaian, adalah tidak spesifik. Test laboratorium mungkin sangat membantu, tetapi seringkali tidak mencukupi didalam mengkonfirmasi suatu diagnostik. Jika individu menderita gejala semacam sakit persendian dan hasil laboratorium positif tetapi non spesifik, maka penderita tersebut akan didignose dengan nama yang membingunggkan (”undifferentiated”) sebagai awal atau tidak terbedakan sebagai penyakit jaringan ikat (connective tissue disease) (NIH, 1998).

Apa Contoh Penyakit Autoimmune itu ?

1. Rheumatoid Arthritis

Pada penderita rheumatoid arthritis, sistem kekebalan secara significant melakukan taget kerusakan di daerah liningsynovium yang membungkus persendian. Peradangan bagian sinovium ini biasanya simetris (kejadiannya sama sebangun dari kedua organ tubuh), menyebabkan sakit, bengkak, dan kaku pada persendian. Penyakit rheumatoid arthritis dibedakan dari osteoarthritis yang lebih umum ditemukan kasusnya disertai arthiris “wear-and-tear” degenerative. Akhir-akhir ini fokus therapi dilakukan dengan mengurangi peradangan dari persendian dengan menggunakan obat-obat anti peradangan atau immunosuppressive. Kadang-kadang sistem immune juga merusak paru, pembuluh darah atau mata. Jarang muncul pasien yang memiliki gejala penyakit autoimmune lainnya, seperti peradangan Sjogren’s, gatal dan bersisik. Pada beberapa kasus pengobatan oral sering dilakukan (NIH, 1998 ; Roitt, 1991).

2. Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis adalah penyakit dimana sistem immune merusak jaringan ssyaraf dari sistem syaraf pusat. Umumnya, kerusakan pada sistem syaraf pusat terjadi intermitten, sehingga memungkinkan penderita dapat melakukan aktivitas kehidupan normal. Pada kejadian yang ekstrem, gejalanya tampak permanen sehingga penderita akan mengalami kebutaan, kelumpuhan, dan kematian premature. Beberapa terapi dengan menggunakan obat semacam beta interferon sangat membantu bagi penderita dengan gejala intermitten (NIH,1998).

APA OBAT UNTUK PENYAKIT AUTOIMMUNE?

4life Transfer Factor. TF akan menenangkan sistem imun penderita penyakit autoimun. Dengan TF, para penderita Autoimun menemukan solusi permasalahan mereka.

Baca Artikel-artikel yang berkaitan:

PENGOBATAN KANKER PARU-PARU DENGAN TRANSFER FACTOR

kanker paru-paru, tumor paru-paru, obat kanker paru-paru, penyakit paru-paru

Pengobatan Kanker Paru-Paru

“Nama saya Dena Guidice, dan saya ingin berbagi pengalaman dengan anda, bagaimana TF telah menyelamatkan hidup saya. Pada November 1998, saya didiagnosa kanker paru-paru. Tim dokter merekomendasikan saya bahwa perawatan terbaik adalah dengan kemoterapi dan radiasi secara simultan. Saya mulai menjalani kedua terapi tersebut, dan diberikan diagnosa tinggi. 90 hari kemudian, saya menderita semua efek kedua terapi tersebut, badan lemas, muntah-muntah, rambut rontok dan berat badan menurun.

Kedua terapi tersebut berakhir pada Februari 1999. Pada 25 Maret 1999, saya menjalani operasi, dokter mengangkat tumor dari paru-paru kanan saya pada 1/3 atas paru-paru, dan 3 tulang iga saya. Operasi berjalan baik, dan para dokter yakin mereka telah berhasil mengangkat semua kanker dari tubuh saya. Setelah operasi, saya menjalani 12 minggu kemoterapi secara rutin dari bulan Mei – Juli 1999, sebagai langkah pengamanan. Dan tubuh saya kembali melemah, dan hanya dapat berbaring tidur saja sepanjang hari. Rambut saya rontok kala itu, kuku jari dan gigi menjadi sangat rapuh, nafsu makan hilang dan berat saya hanya tinggal 88 pounds saja.

Saya tetap berharap, bahwa setelah kemoterapi nanti, saya menjadi lebih kuat. Tapi harapan saya sirna, pada bulan Agustus, saya menemukan benjolan di bagian bawah tangan kiri. Setelah operasi benjolan tersebut, hasil tes menunjukan bahwa saya menderita malignant lymphatic cancer (cancer of lhe lymph nodes), dan kanker telah menyebar ke seluruh bagian badan. Kala itu tim dokter menyatakan bahwa mereka sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Saya menderita kanker stadium 4, dan punya waktu maksimal 4-6 bulan untuk hidup. Mereka bilang saya sebaiknya melakukan hal-hal yang paling saya inginkan dalan 45-60 hari kedepan. Karena setelah itu saya akan terlalu lemah dan sakit untuk melakukan apapun.

Mulai saat itu, saya yakin bahwa saya akan segera meninggal, apalagi dokter bilang bahwa tidak ada yang dapat bertahan hidup hingga 8 bulan, dengan kondisi seperti saya. Sejak itu saya menghabiskan hari-hari rutin saya dengan anak-anak, berlibur ke Hawaii dan sebagainya. Saya sudah sangat pasrah, tanpa satu ons pun harapan, dan saya sudah siap mental untuk meninggal. Pada minggu pertama Oktober, akhirnya anak saya meyakinkan saya untuk mencoba TF, walaupun dalam hati saya, saya yakin 100% bahwa TF tidak akan berpengaruh apa-apa. Tapi tidak ada salahnya mencoba, saya meminum 6 TF Plus dan 6 TF Advance setiap hari. Dalam 30 hari, saya mulai merasa lebih kuat, nafsu makan timbul, tapi dalam hati tetap yakin bahwa akan segera meninggal.

Saya tetap minum TF. Pada Januari 2000, setelah 90 hari minum TF, saya semakin kuat dan berat badan saya bertambah 7 pounds. Saya terus meminum TF. Sekarang sudah 7 bulan saya minum TF (Mei 2000), berat badan telah bertambah 26 pounds, dan saya merasa jauh lebih sehat daripada 2 tahun terakhir ini. Saya ke dokter 2 minggu lalu, dan dokter bilang bahwa hidup saya ajaib, dan tidak ada tanda-tanda kanker. TF tidak hanya menyelamatkan hidup saya, tapi juga memberi harapan untuk hari-hari dan tahun-tahun yang akan datang. [ Dena Guidice ]

Baca Artikel-artikel yang berkaitan: